USAHA KEPALA SEKOLAH DALAM MANAJEMEN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 36 KECAMATAN PAYUNG SEKAKI PEKANBARU

Riri Vusfita Sari, (2012) USAHA KEPALA SEKOLAH DALAM MANAJEMEN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 36 KECAMATAN PAYUNG SEKAKI PEKANBARU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2012_2012378.pdf

Download (373kB) | Preview

Abstract

Kepala sekolah memiliki fungsi dan peran yang melekat dengan jabatan tersebut. Salah satu peran tersebut adalah pada bidang manajemen pembelajaran. Bahwa pembelajaran haruslah dimenej dengan sebaik-baiknya agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam manajemen pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 36 Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan November 2011 sampai bulan April 2012 di SMP Negeri 36 Pekanbaru. Subjek utama penelitian ini adalah kepala sekolah, subjek pendukung adalah guru-guru, sedangkan objek penelitiannya adalah peran kepala sekolah dalam manajemen pembelajaran. Populasi penelitian adalah seorang kepala sekolah dan 33 orang guru. Penelitian ini menggunakan total sampling, artinya seluruh populasi diteliti. Untuk menmgumpulkan data penulis menggunakan teknik wawancara dan angket. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan persentase. Berdasarkan data yang terkumpul kemudian dianalisis, maka dapat disimpulkan bahwa 1) Usaha kepala sekolah dalam manajemen pembelajaran di SMP Negeri 36 Payung Sekaki kurang optimal. Secara kuantitatif persentase peran tersebut hanya 57.27% 2) Kurang optimalnya peran kepala sekolah dalam manajemen pembelajarn di SMP Negeri 36 Pekanbaru karena dipengaruhi oleh beberapa faktor: a) Faktor kepribadian kepala sekolah yang dinilai kurang ramah dan menarik. b) Faktor kesibukan kepala sekolah. c) Faktor kurangnya pembinaan dari pihak atasan. d) Faktor kurangnya kerjasama dari guru. Untuk itu penulis menyarankan agar: 1) Kepala sekolah berusaha menjalin hubungan baik dengan guru-guru. Selain itu disarankan juga agar kepala sekolah pandai-panndai memenej waktu sehingga dapat melaksanakan fungsi dan perannya sebagai kepala sekolah khususnya perannya dalam manajemen pembelajaran 2) Guru-guru disarankan agar mengembangkan kerjasama yang lebih baik terutama dengan kepala sekolah 3) Instansi terkait baik tingkat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pekanbaru maupun Kanwil Provinsi Riau agar lebih memperhatikan pelaksanaan tugas, fungsi dan peran kepala sekolah di jajarannya sehingga kepala sekolah merasa mendapatkan perhatian dengan demikian akan termotivasi untuk melaksanakan perannya dengan baik khususnya di bidang manajemen pembelajaran. Kemudian disarankan juga agar kepala-kepala sekolah tidak terlalu banyak dilibatkan atau dibebankan dengan tugas-tugas lain, sehingga mereka dapat lebih fakus dalam memimpin sekolahnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 28 Dec 2016 02:24
Last Modified: 28 Dec 2016 02:24
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/10260

Actions (login required)

View Item View Item