PERANAN GURU PEMBIMBING DALAM MENGENDALIKAN EMOSI NEGATIF SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 23 PEKANBARU PERANAN GURU PEMBIMBING DALAM MENGENDALIKAN EMOSI NEGATIF SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 23 PEKANBARU PERANAN GURU PEMBIMBING DALAM MENGENDALIKAN EMOSI NEGATIF SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 23 PEKANBARU

Desi Safitri, (2012) PERANAN GURU PEMBIMBING DALAM MENGENDALIKAN EMOSI NEGATIF SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 23 PEKANBARU PERANAN GURU PEMBIMBING DALAM MENGENDALIKAN EMOSI NEGATIF SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 23 PEKANBARU PERANAN GURU PEMBIMBING DALAM MENGENDALIKAN EMOSI NEGATIF SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 23 PEKANBARU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2012_2012205.pdf

Download (529kB) | Preview

Abstract

SMP Negeri 23 Pekanbaru merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang memiliki organisasi bimbingan dan konseling. Pelaksana bimbingan dan konselingnya adalah 2 orang guru pembimbing yang memang ditugaskan oleh pihak sekolah untuk menjalankan kegiatan layanan bimbingan dan konseling di sekolah tersebut. Sebagai guru pembimbing mereka sudah melaksanakan tugasnya sebagaimana mestinya. Tujuan BK di sekolah adalah untuk mengubah perilaku siswa terutama dalam merubah emosi negatif siswa menjadi emosi yang positif. Namun masih ditemukan siswa yang belum bisa mengendalikan emosi negatifnya. Penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Peranan guru pembimbing dalam mengendalikan emosi negatif siswa di SMP Negeri 23 Pekanbaru (2) Faktor faktor yang menyebabkan terjadinya gejolak emosi negatif siswa di SMP Negeri 23 Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII dan guru pembimbing di SMP Negeri 23 Pekanbaru dan obyeknya adalah peranan guru pembimbing dalam mengendalikan emosi negatif siswa di SMP Negeri 23 Pekanbaru. Untuk mengumpulkan data digunakan teknik wawancara dan angket. Data wawancara dianalisa dengan kualitatif dan data angket dianalisa dengan teknik kuantitatif kemudian disimpulkan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan guru pembimbing dalam mengendalikan emosi negatif siswa diawali dengan membuat program berdasarkan pengamatan terlebih dahulu dan juga dilengkapi dengan catatan poin kesalahan siswa dan laporan dari guru ataupun siswa. Dalam pelaksanaannya guru pembimbing memberikan layanan sesuai dengan kondisi siswa yaitu layanan informasi, bimbingan kelompok, dan konseling individual dalam mengendalikan emosi negatif siswa. Layanan tersebut ditindak lanjuti dengan kegiatan pendukung yaitu kunjungan rumah dan dilengkapi berkomunikasi dan bekerjasama dengan pihak sekolah termasuk wali murid. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya gejolak emosi negatif siswa ada 4 faktor: (1) Siswa terlalu sering disalahkan dan dikritik, sehingga dianggap tidak ada kebenaran dan kebaikan yang ada pada diri siswa itu sendiri (2) Memperlakukan siswa sebagai anak kecil, sehingga mereka merasa diremehkan dan tidak dianggap mempunyai harga diri (3) Siswa merasa diperlakukan secara tidak adil, merasa kebutuhan mereka tidak dipenuhi oleh orang tua dan diperlakukan secara otoriter (4) Siswa dihalangi membina keakraban dengan lawan jenisnya, baik dari orangtua maupun dari lingkungan sebayanya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 28 Dec 2016 02:04
Last Modified: 28 Dec 2016 02:04
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/10248

Actions (login required)

View Item View Item