PERKAWINAN ANTAR PEMELUK AGAMA PERSPEKTIF FIQIH IBNU TAYMIYAH

Jon Kamil, (2011) PERKAWINAN ANTAR PEMELUK AGAMA PERSPEKTIF FIQIH IBNU TAYMIYAH. Thesis thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Sarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2011_201182.pdf

Download (929kB) | Preview

Abstract

Tesis ini berjudul: “Perkawinan Antar Pemeluk Agama Perspektif Fiqih Ibnu Taymiyah”.Dalam masyarakat yang heterogen, tidak sedikit adanya hubungan muda-mudi yang berbeda agama yaitu muslim dengan non muslim. Hubungan itu tidak menutup kemungkinan sampai pada jenjang perkawinan. Dan prakteknya telah banyak terjadi di negeri ini. Para ulama berbeda pendapat tentang perkawinan antar agama, sebahagian ulama tidak membolehkan dan sebahagian yang lain membolehkan. Ibnu Taymiyah adalah salah seorang ulama yang membolehkan perkawinan antar agama khususnya dengan wanita Ahli Kitab. Sehingga penulis tertarik untuk mengkaji lebih mendalam, bagaimana pendapat Ibnu Taymiyah tentang perkawinan antar agama? Dan bagaimana relevansinya dengan kondisi saat ini?. Penulisan ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (Library research). Adapun data primer yaitu Majmu Fatawa Syaikh al-Islam IbnuTaymiyah. Adapun metodologi yang digunakan dalam tesis ini adalah rekonstruksi biografi dan content analysis. Hasil dari pembahasan dapat diterangkan bahwa dalam perkawinan Antar pemeluk agama menurut Ibnu Taymiyah, yakni: Perempuan muslim tidak boleh menikah laki-laki nonmuslim. Laki-laki muslim tidak boleh menikah dengan wanita non mulslim kecuali dengan wanita yang berasal dari Ahli Kitab(dari kalangan ahlu zimmah ) dengan alasan bahwa Ahli kitab tidak termasuk musyrik, sebab sesungguhnya agama Ahli kitab tidak ada ajaran tentang syirik,karena Allah Swt., mengutus para Nabi dengan ajaran tauhid,dan mereka telah membuat kesyirikan yang tidak diperintahkan Allah Swt., maka harus dibedakan sebagai orang musyrik. Dan menurut Ibnu Taymiyah kebolehan mengawini wanita kitabiyah dengan alasan bahwa Surah al- Baqarah :221 di naskh oleh Surah al-Maidah :5. Dalam kontek Indonesia, penulis kurang setuju dengan pendapat Ibnu Taymiyah tentang kebolehan menikah dengan wanita Ahli Kitab. Sebab perkawinan antar pemeluk agama khususnya laki-laki muslim dengan wanita Kristen, merupakan salah satu upaya pengkristenan umat Islam dan banyak mafsadat serta mudharat-nya dari maslahat-nya bagi kedua belah pihak dan keturunannya.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
Divisions: Program Pascasarjana > S2
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 15 Jan 2016 02:27
Last Modified: 15 Jan 2016 02:27
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/1013

Actions (login required)

View Item View Item