POLA PENALARAN YUSUF AL-QARDHAWI DALAM MASALAH-MASALAH KONTEMPORER

Mendra Siswanto, (2011) POLA PENALARAN YUSUF AL-QARDHAWI DALAM MASALAH-MASALAH KONTEMPORER. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Sarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2011_201175.pdf

Download (786kB) | Preview

Abstract

i Yusuf al-Qarhawi, tanpa diragukan lagi, adalah salah seorang pemikir dan tokoh intelektual Islam terkemuka. Kepiawaiannya tercermin dari gagasan-gagasan yang diartikulasikannya dalam sejumlah buku dan artikel, mulai dari persoalan filsafat, teologi, mistik, hukum, sampai pada persoalan perkembangan kontemporer, yang tidak syak lagi, membutuhkan pemikiran baru terhadap kandungan syari’at. Tantangan kehidupan modern mengharuskan al-Qardhawi berpikir keras dalam menemukan preskripsi demi mengatasi problem yang muncul, menyadarkannya untuk mengkaji ulang beberapa pandangan yang baku di kalangan umat Islam, tetapi tidak akomodatif bahkan sulit diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat. Untuk mengetahui lebih detail pola pikir al-Qardhawi dalam menyikapi berbagai persoalan kontemporer tersebut, maka penulis melakukan penelitian dengan judul: Pola Penalaran Yusuf al-Qardhawi Dalam Masalah-Masalah Kontemporer. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah bagaimana pemikiran Yusuf al-Qardhawi tentang penalaran kontemporer, bagaimana pemikiran al-Qardhawi tentang prinsip-prinsip dasar dalam penalaran kontemporer, dan bagaimana pula penalaran yang ditempuh al-Qardhawi dalam masalah-masalah kontemporer. Penelitian ini berbentuk penelitian kepustakaan dan kajiannya disajikan secara deskriftif dan analitis. Data-data yang menyangkut pola penalaran Yusuf al-Qardhawi ditelusuri dari tulisan al-Qardhawi sendiri, sebagai sumber primer. Karena tokoh yang diangkat pada penelitian ini masih hidup, maka penelitian ini dibatasi dari mulai diterbitkannya karya Yusuf al Qardhawi hingga penelitian ini selesai dilakukan. Sementara data yang berkaitan dengan analisis dilacak dari buku-buku ushul fikih dan karya-karya tentang al-Qardhawi yang ditulis orang lain. Selanjutnya, semua data yang terkumpul, baik primer maupun sekunder diklasifikasi dan dianalisis sesuai dengan sub bahasan masing-masing. Kemudian dilakukan telaah mendalam atas karya-karya yang memuat objek penelitian dengan menggunakan analisis isi dan analisis komparatif. Analisis isi digunakan untuk menganalisis makna yang terselubung dalam pemikiran-pemikiran al-Qaradhawi, dan karakteristik yang membedakannya dengan ulama lain, sedangkan analisis komparatif dilakukan untuk membandingkan produk ijtihad al Qardhawi yang ada hubungannya dengan produk ijtihad masa lalu dan juga produk ijtihad al Qardhawi dibandingkan dengan tokoh-tokoh kontemporer lainnya. Setelah data dianalisis, maka diperoleh kesimpulan penelitian bahwa Al-Qardhawi menawarkan tiga pola penalaran yang dapat dilakukan ketika menghadapi masalah-masalah kontemporer, yaitu ijtihad intiqa’i (ijtihad komparatif selektif), ijtihad insya’i (ijtihad konstruktif inovatif), dan gabungan antara keduanya. Ketiga term pola penalaran ini merupakan istilah baru yang dimunculkan oleh al-Qardhawi dalam kajian ushul fiqh dan merupakan elaborasi dari pemikiran-pemikiran ulama sebelumnya. Dalam berijtihad al-Qardhawi memiliki prinsip, antara lain bersikap moderat, tidak fanatisme mazhab, memberikan kemudahan, berbicara dengan bahasa zaman, dan menolak pembahasan yang tidak bermanfaat. Pola penalaran yang sering digunakan al-Qardhawi dalam menetapkan hukum atas berbagai masalah kontemporer adalah pola penalaran ta’lili dan istishlahi, yaitu metode-metode yang lebih banyak berorientasi kepada kemaslahatan, seperti metode istihsan, maslahah mursalah, qiyas, dan istishab. Metode istihsan digunakannya ketika membolehkan Bank Air Susu Ibu, abortus dengan adanya indikasi medis dari para dokter ahli, dan kebolehan melakukan thawaf ifadhah bagi perempuan haidh. Metode maslahah mursalah digunakan al-Qardhawi pada kasus membolehkan perempuan menjadi anggota parlemen. Metode qiyas digunakannya ketika mewajibkan zakat atas hasil rumah sewa, dan pada kasus bolehnya perempuan haidh mengkonsumsi pil penunda haidh agar dapat berpuasa selama bulan Ramadhan al-Qardhawi menggunakan metode istishab.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir
Divisions: Program Pascasarjana > S2
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 15 Jan 2016 02:22
Last Modified: 15 Jan 2016 02:22
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/1010

Actions (login required)

View Item View Item